Thursday, 27 November 2014

Modus Cuci Gudang

Modus Cuci Gudang
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting (kanan) mengintruksikan anggotanya membawa tersangka Bambang Irawan ke mobil patroli untuk dibawa ke Mapolsekta IT I Palembang guna pemeriksaan lebih lanjut

-- Ngaku Karyawan Colombus
-- Diduga Tipu Ratusan Korban
________________________________________


Beragam cara dilakukan Bambang Irawan (35) untuk mengelabui korbannya. Warga Jl Inspektur Marzuki, Lr Bakti, RT 03, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I itu melakukan penipuan dengan modus menyamar sebagai karyawan PT Colombus.

Meskit tertangkap tangan, Rabu (26/11) sekitar pukul 13.00 WIB di Pos Satlantas Pasar Cinde, tersangka tetap berkelit dan mengaku baru sekali melakukan penipuan.

Tersangka nyaris jadi bulan-bulanan warga. Untung ada petugas yang langsung mengamankannya. Kepala Cabang PT Columbus Sumbagsel, Mildi Alhamid mengungkapkan, pihaknya banyak mendapatkan laporan dari konsumen terkait aksi penipuan yang dilakukan oleh tersangka. "Tersangka melakukan penipuan dengan modus meyebarkan angket produk. Lalu mengatakan kepada konsumen, PT Columbus sedang cuci gudang," katanya.

Nah, selanjutnya tersangka menawarkan barang yang harganya dibawa standar, lalu konsumen disuruh bayar uang muka. PT Columbus tentunya tidak membenarkan jika tersangka termasuk sebagai karyawannya. Sedangkan baju seragam yang dikenakan oleh tersangka merupakan baju tiruan. "Saya sudah cek seluruh arsip, tidak pernah ada nama tersangka tercatat sebagai karyawan kami," tegas Mildi.

Ia juga berharap, kepada seluruh korban yang merasa pernah ditipu oleh oknum yang mengatasnamakan karyawan PT Columbus, diharap segera melaporkan kejadiannya kepada pihak yang berwajib. "Kami sudah mencatat konsumen yang komplain ke pihak kami. Saat ini sudah ada sebagian dari korban pelaku yang melapor," ungkapnya.

Sementara itu, korban Muhammad Imron (36), warga Jl Segaran, Lr Kebangkan, Np 584, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I mengatakan, rencananya dirinya hendak membeli laptop dan sudah memberikan uang muka sebesar Rp 150 ribu kepada tersangka.

Dio janji nak bawak barangnyo duo hari setelah pemesanan. Tapi sudahh limo hari barang itu idak pernah sampe-sampe. Dio mgomong Columbus sedang cuci gudang, jadi barangnyo murah-murah," cerita korban.

Terpisah, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginding didampingi Kapolsekta IT I Palembang, Kompol Afriya Jaya mengatakan, pelaku beraksi dengan modus mengaku sebagai karyawan PT Columbus. Diperkirakan akibat ulah tersangka sudahh ratusan korban yang tertipu.

"Tersangka suda kami amankan dan akan diproses sesuai dengan prosedeur hukum yang berlaku. Kami mencurigai pelaku beraki secara berkelompok. Untuk sekarang kami masih menunggu laporan dari sejumlah korban lainnya," ungkapnya sembari menambahkan, dalam kasus ini, tersangka akan dikenakan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, karena tersangka bukan karyawan dari PT Columbus. (cj13/asa/ce5)

Tuesday, 25 November 2014

Daya Beli Masyarakat Turun


Daya Beli Masyarakat Turun
Kadisperindag Sumsel, Permana, bersama staf menggelar sidak di gudang beras PT Buyung Poetra Sembada, Desa Begayut, Ogan ilir, untuk memastikan stok beras aman dalam beberapa bulan ke depan

__________________________________________



Pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM), ternyata memberikan banyak pengaruh bagi daya beli masyarakat Sumsel. Pasalnya, kenaikan harga BBM kerap membuat harga sembako dan kebuthan lainnya mengalami kenaikan.

Kondisi ini diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumsel, Permana, disela survei kebutuhan pokok dan barang strategis di Sumsel, kemarin. (24/11). Ia menyebut, terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok terkadang tidak sejalan dengan pendapatan masyarakat. Akhirnya, daya beli masyarakat menurun.

Terkaiit inpeksi mendadak (sidak) yang digelar pihaknya, ada sejumlah kebutuhan yang harus menjadi perhatian, seperti beras. Nah, terkait hal itu, Disperindag juga melakukan sidak di sejumlah gudang beras yang ada di Desa Pegayut (Ogan Ilir) untuk memastikan persediaan beras selama tiga bulan ke depan aman.

"Kegiatan ini merupakan langkah mengetahui persediaan beras yang ada di Sumsel, khususnya Kota Palembang. Menjaga stok barang tetap tersedia untuk menekan harga naik. Kalau barang tidak ada, harga naik. Salah satunya melakukan sidak ini. Apalagi stok barang banyak, tapi naik, itu yang perlu dikaji," ungkapnya.

Permana menambahkan, persediaan beras yang ada di gudang PT Buyung Poetra Sembada masih dalam kondisi aman karena mempunyai stok beras hingga 20 ribu ton dan merupakan salah satu gudang terbesar yang ada di Sumsel.

"Stok mereka aman sampai Februari 2015. Kalau kenaikan harga di atas 20 persen, kami akan mengeluarkan beras dari Bulog. Patokan di atas 15-20 persen. Kalau kenaikan harga beras sudahh di atas 20 persen, kami akan melakukan operasi pasar. Dampak kenaikan BBM, beras sudah mengalami kenaikan 0,05 persen atau Rp 50 per kg untuk beras bermerek atau Rp 500 untuk beras lokal. Tapi, ini baru pengakuan dari pabrik," ungkap Permana.

Informasi yang dihimpun, gudang PT Buyung Poetra Sembada menyebut persediaan beras masih melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Sumsel. "Gudang ini menjual beras beras dengan harga Rp 8.500, dan membeli dari petani Rp 8 ribu," kata Permana. Sealin melakukan sidak ke beberapa gudang beras, pihaknya akan melakukan sidak terkait persediaan sejumlah barang strategis, seperti semen, gula, dan besi.

Selain itu, ada juga PT Tosin yang memiliki persediaan sampai 3 ribu ton hingga Februari mendatang. Gudang tersebut mendatangkan beras dari beberapa daerah di Sumsel dan luar Sumsel, seperti Jawa dan Belitung. Di gudang tersebut, beras dijual dari Rp 9.200 per kg, sementara mengambil dari petani dengan harga Rp 8.700 per kg. Hasil pantauan DisperindagSumsel di pasar tradisional, yakni di Pasar Cinde Palembang, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan.

Seperti harga beras yang dijual Rp 13.500 per kg, danging dari Rp 90 ribu per kg menjadi Rp 110 ribu per kg. Ada juga cabe merah keritk Rp 80 ribu dari harga sebelumnya Rp 40 – Rp 45 ribu, bawang merah Rp 20 ribu dari Rp 25 ribu, jahe Rp 25 ribu dari Rp 20 ribu, tomat Rp 5 ribu naik menjadi Rp 8 ribu, dan kentang Rp 7 ribu naik menjadi Rp 9 ribu.

”Jika kita lihat harga antara gudang dengan pengecer, tidak jauh berbeda atau dalam kapasitas wajar. Stok yang ada cukup banyak,” ungkapnya. Disperindag berfungsi sebagai pihak yang mengawasi persediaan bahan pokok dan bahan strategis di pasaran. “Saat ini, persediaan di pasaran sangat banyak, sementara daya beli masyarakat menurun, ditambah lagi dengan kenaikan BBM, menyebabkan daya beli menurun,” tuturnya.

Sementara itu setelah dilakukan pantauan ke PT Semen Baturaja (Persero), setiap hari ada sebanyak 2 ribu ton produksi semen. Untuk harga semen saat ini, Rp 67 ribu per sak atau naik Rp 3 ribu dari awalnya Rp 64 ribu per sak. “Kenaikan ini dampak kenaikan BBM yang berpengaruh dalam ongkos angkut. Karenanya, harga dari pabrik naik Rp 3 ribu,” tandasnya. (wia/asa/ce4)

Cerita Sesti dan PHL Pengelola Kompos TPA Sukawinatan


Cerita Sesti dan PHL Pengelola Kompos TPA Sukawinatan
Dua PHL pengelola kompos TPA Sukawinatan Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang tengah membuat kerajinan dari sampah anorganik

Di tempat pembuangan akhir (TPA), semua jenis sampah ada. Sebagaian masih bisa diolah hingga punya nilai ekonomis lagi. Kreativitas itulah yang dimiliki beberapa pekerja harian lepas (PHL) pengelola kompos TPA Sukawinatan Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang.

================================

Khoirunnisak – Palembang

================================



Suara mesin jahit manual terdengar dari ruang workshop kompos di TPA Sukawinatan. Dua wanita berjilbab memakai seragam biru muda dan celana panjang hitam sedang serius berkreasi. Keduanya sedang menjahit kain perca untuk membuat aneka kreasi berbahan baku sampah anorganik.

Keduanya, Sesti (24) dan Nurmaidah (19). Status mereka merupakan PHL pada DKK Palembang. Mereka di tempatkan di sana sebagai staf pengelola dan workshop kompos. Sudah banyak karya tangan yang dihasilkan dari sisa sampah, mulai dari tas wanita, map, kembang, kotak pensil, bros, wadah telur, taplak meja hingga lainnya.

Semua hasil handmode dipajang rapi dalam dua lemari kaca di ruangan tersebut. Butuh waktu cukup lama untuk membuat dan map dari sampah plastik kantong minyak goring. “Plastik harus dicuci bersih dahulu, lalu dikeringkan. Setelah itu, baru digunting dan dijahit. Makan waktu sekitar dua minggu. Kalau bahannya ada, hasil produksinya cukup banyak,” kata Sesti.

Soal harga, bervariasi, tergantung kerumitan membuatnya. Seperti tas map, dijual Rp 20 ribu, bros dan gelang Rp 3 ribu. Yang termahal, msalnya tas dari bahan perca dan tambahan plastik cantik yang dibandrol Rp 100 ribu. Karena terkendala pemasaran, berbagai produk kerajinan tangan itu tidak terjual ke masyarakat. Untuk mendapatkan link pemasaran, berbagai hasil olahan sampah itu sering diikutkan dalam pameran di Palembang. Dari semua produk, bros dan gelang tangan yang paling banyak diminati pembeli. Sesekali, ada kunjungan dari siswa sekolah di Palembang yang ingin belajar dan melihat langsung proses daur ulang sampah di Sukawinatan.

Kesempatan itu dimanfaatkan Sesti dan PHL lain untuk mempromosikan dan menawarkan karya-karya yang dihasilkan selama ini. “Hingga saat ini, kendala pemasaran hasil produksi masih terjadi,” bebernya.

Kondisi ini jelas memengaruhi produktivitas merea dalam memaksimalkan daur ulang sampah menjadi berbagai kerajinan yang lebih bermanfaat. Kata alumnus SMKN 7 Palembang itu, tidak semua bahan baku diambil dari sampah bekas. Ada juga bahan yang dibeli, seperti busa tas, lem, benang, dan lainnya.

Pembelian mengunakan uang hasil penjualan dari karya inovasi yang dibuat Sesti dan kawan-kawannya. Karena hasil karya mereka belum terjual, mau tidak mau mengerjakan kerajinan lain, seperti kotak pensil yang menggunakan koran bekas dan lem.

Dengan rajin browsing di internet, para PHL ini mencari inovasi lain yang dapat mereka buat dari bahan sampah. Sesekali ada tambahan ilmu dan keterampilan dari sosialisasi beberapa pihak terkait yang mengajari mereka kerajinan baru. “Kami sharing kerajinan terbaru yang bisa dibuat dengan menggunakan bahan-bahan bekas ini,” ungkap wanita yang sudah dua tahun menjadi PHL itu.

Dengan status PHL, Sesti menerima upah sebesar Rp 35 ribu per hari yang dibayarkan seminggu sekali, setiap hari Jumat. Gaji itu tidak berpengaruh terhadap hasil penjualan kerajinan yang dikerjakan bersama teman-temannya, mulai pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB.

Mereka menginginkan agar pengelola TPA Sukawinatan dapat menambah fasilitas listrik dan televisi di ruang kerja demi menghapus rasa jenuh yang kadang mendera di sela-sela waktu kerja. Saat ini, ketika cuaca mendung, ruang kerja di sana gelap sehingga mengganggu kenyamanan dan kelancaran dalam bekerja. “Memang ada satu lampu, tapi hanya bisa menyala saat mesin cacah dihidupkan,” tuturnya.

Sesti dang rekanya berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dapat mencarikan solusi untuk masalah pemasaran hasil karya mereka. Intinya, aneka produk berbahan baku sampah itu bisa terjual dan dimanfaatkan masyarakat. “Kalau soal kreasi dan kualitas, jelas tidak kalah dengan karya daur ulang sampah dari kelompok lain,” tukasnya. (*/ce4)

Thursday, 21 August 2014

Persiapan Sumsel Satu Bulan Jelang MTQ Internasional

Sedot Rp 30 M, Kesiapan 70 Persen



Persiapan Sumsel Satu Bulan Jelang MTQ Internasional
Lokasi Lomba: PSCC yang menjadi tempat pelaksanaan MTQ Internasional 2014, 23-27 September nanti

__________________________________________



Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dipercaya menjadi tuan rumah event internasional. Kali ini Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional. Tugas berat menanti, panitia mengemban misi sukses penyelenggaraan dan prestasi. Bagaimana persiapannya?

* * * * * * * * * * * * * * *



Sebulan menjelang pelaksanaan MTQ Internasional yang dipusatkan di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), 23-27 mendatang, berbagai persiapan dan simulasi dilakukan panitia pelaksana. Mulai dari penginapan para kafilah, ofisial dan dewan tahkim. Begitu juga dengan tempat kompetisi hingga simulasi lalu lintas atau transportasi untuk menjamin suksesnya kegiatan tersebut. Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, MTQ Internasional bukan hanya mengharumkan nama Indonesia, tapi juga Sumsel sebagai tuan rumah pertama di luar Jakarta. "Jadi bukan hanya dengan olahraga saja, Sumsel juga akan dikenal di dunia internasional dalam bidang keagamaan, meningkatkan syiar Islam. MTQ Internasional juga memantapkan kesiapan Sumsel menjadi tuan rumah Asean Games 2018 nanti," kata Alex.

Ketua Pelaksana MTQ Internasional yang juga Asisten III Bidang Kesra, Drs Akhmad Najib mengatakan, saat ini persiapan panitia sudah 70 persen, baik secara kepanitiaan, peserta dan pelaksanaan. "Secara administrasi sudah selesai semua, artinya sudah siap. Tinggal menunggu pelaksanaan saja. Tanggal 18 Agustus diharapkan semua negara telah menyerahkan nama peserta dan 21 September ditargetkan kontingen tiba di Sumsel," kata Najib saat ditemui Wartawan Koran Ini di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan, dari 53 negara yang akan mengikuti MTQ Internasional, 37 di antaranya sudah mendaftarkan nama-nama peserta yang akan ikut bertanding. Di antaranya, Libia, Belanda, Belgia, Singapura, Gambia, Palestina, India, Kroasia, Ghana dan negara lainnya. "Ada dua kategori lomba dalam kompetisi kali ini, yaitu tilawah (membaca Al-Qur'an dengan berirama) memperebutkan juara 1-5 dan tahfidz (hafalan 30 juz), juara 1-3," papar Najib.

Najib memprediksi, total peserta plus ofisial dan rombongan duta besar yang akan hadir dalam MTQ Internasional nanti mencapai 200 orang. Mereka akan menginap di Hotel Aryaduta Palembang, terpusat dan dekat dengan lokasi acara. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenag dan protokoler kepresidenan. Rencananya opening dan closing akan dihadiri langsung Presiden RI," tutrnya.

Selain berkompetisi, lanjut Najib, panitia sudah mempersiapkan kegiatan lainnya seperti pameran 25 stan buku sejarah Islam (Islamic book Fair), penampilan kesenian dan budaya Indonesia, city tour ke tempat wisata religi bernilai sejarah. Kata Najib, MTQ Internasional ini sudah disiapkan anggarannya dalam APBD-P sebesar Rp 30 M. Alokasi terbesar untuk hadiah qari dan qariah terbaik yang jika dirupiahkan mencapai Rp 211 juta. "Pusat mendukung dewan hakim dan mengundang peserta, karena ini hasil musyawarah LPTQ provinsi berdasarkan hasil musyawarah nasional. Kita targetkan juara, sukses penyelenggaraan, prestasi dan pembangunan ekonomi," tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya mengaku telah menyiapkan dua skenario untuk melancarkan transportasi bagi kafilah MTQ Internasional yang dipusatkan di PSCC tersebut. "Pertama, satu delegasi atau tiap negara akan disiapkan satu kendaraan pribadi. Skenario kedua, menggunakan sistem pool, dimana akan disiapkan 20 kendaraan yang siap digunakan bagi para delegasi dan panitia," terangnya. Banyak juga taksi yang siap digunakan dari hotel menuju lokasi di PSCC. (tim/asa/ce2)

Opening-Closing Libatkan 400 Penari



Ketua Pelaksana MTQ Internasional, Drs H Akhmad Najib SH mengungkapkan, acara pembukaan MTQ Internasional 2014 akan dimeriahkan penampilan Maher Zein, Bimbo, dan grup band Wali. Ada juga penampilan qariah terbaik internasional asal Maroko, Hajar Musraf.

"Opening-nya 23 September malam, dengan pemandu acara Maudy Koesnaedy dan Ferdy Hasan. Kami pilih dua MC itu karena pandai berbahasa Prancis dan Inggris," tukasnya. Para peserta akan tiba di Palembang dan check in pada 21 September.

Desain motif Masjid Sriwijaya akan ditampilkan pada layar utama pada saat opening ceremony." Kami akan kerahkan sekitar 400 penari untuk opening dan closing ceremony MTQ Internasional tersebut," beber Najib.

Ditambahkan koordinator tari opening MTQ Intrnasional 2014, Mirza Indah Dewi, tari Gending Sriwijaya sebagai pembuka akan diganti dengan tari Tapak Keraton Palembang Darussalam.

"Tari ini adalah tradisi Kesultanan Palembang Darussalam, melibatkan 27 penari. Sembilan orang penari, yang lain membawa tombak, payung, pesilat keraton, dan pemusik," tutrnya. Tari bernuansakan Islam itu juga tercermin dari sisi busananya. Untuk pesilatnya, harus diambil dari para keturunan keraton, dalam hal ini akan diperankan oleh Raden Ayu Reni. "Ini adalah tari tradisi, jadi tidak sembarang orang membawakannya. Tarian ini sudah hampir punah. Dimunculkan agar hidup kembali," kata Mirza. (wia/ce4)

Pacu Pembangunan Ekonomi



Pengamat ekonomi Sumsel, Amidi SE menilai gelaran event nasional dan internasional di Sumsel jelas berdampak positif bagi ekonomi lokal. Baik secara langsung maupun tidak langsung dalam artian jangka panjang. "Yang jelas diselenggarakannya acara disuatu tempat mengindikasikan bahwa daerah tersebut aman dan fasilitas menunjang untuk dilakukan pertemuan," kata Amidi.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) ini merinci, secara tidak langsung terselenggaranya event seperti MTQ Internasional ini akan menghasilkan sumber dana baru. "Negara Islam yang hadir akan melihat potensi Sumsel, investor akan mulai melirik Sumsel sebagai lahan untuk investasi. Bangunan fisik juga akan terbangun akibat dari support pusat agar terselenggaranya event tersebut," kata Amidi.

Sedangkan secara langsung, lanjutnya, pedagang akan meraup keuntungan, pusat perbelanjaan akan ramai dikunjungi, bukan oleh peserta saja, tapi pendukung dan penonton baik dari dalam dan luar negeri. "Kuliner khas Palembang akan lebih dikenal dan dicintai orang luar negeri, ekonomi kreatif akan hidup dan berkembang serta budaya dan pariwisata Sumsel ikut merasakan dampaknya."

Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati SH MH menlai kegiatan MTQ Internasional akan banyak berdampak positif untuk pembangunan Sumsel. "Efek pertama akan mengenalkan Sumsel ke dunia internasional, ekonomi kerakyatan berjalan, hadirnya orang mancanegara maka kuliner akan makin dikenal," kata Anita.

Dijelaskan, dengan adanya MTQ Internasional ini juga pemerintah pusat akan memperhatikan pembangunan Sumsel yang tidak cukup jika mengandalkan APBD Sumsel. "Kita berharap kegiatan-kegiatan internasional di Sumsel ini akan membuat pemerintah pusat lebih memperhatikan Sumsel," paparnya. Masih menurut Anita, Sumsel sudah terbiasa menggelar event-event internasonal, sehingga pelaksanaan MTQ Internasional ini bukanlah suatu yang baru. "Yang harus diperhatikan adalah tempat tinggal peserta," pungkasnya. (tim/asa/ce2)

Motivasi Belajar Al-Qur'an



Imam Besar Masjid Agung Palembang, KH Kgs Nawawi Dencik Al-Hafiz mengungkapkan, pelaksanaan MTQ Internasionaldi Sumsel diharapkan menumbuhkan kecintaan dan motivasi warga Sumsel terhadap Al-Qur'an.

"Peserta yang akan hadir nanti adalah para qari dan qariah terbaik mancanegara. Dengan mendengar dan menyaksikan langsung, diharapkan menambah keimanan dan termotivasi belajar Al-Qur'an," kata Nawawi kepada Sumatera Ekspres, kemarin.

Dari para peserta tersebut, akan banyak qiraah atau bacaan yang berbeda dengan yang biasa dibaca muslim Indonesia, yaitu qiraah sabah (bacaan tujuh). Sehingga pastinya, lagu-lagu yang dilantunkan akan lebih bervariasi dan merdu.

Pada MTQ Internasional nanti, lanjut Nawawi, masyarakat akan mengetahui lautan kekayaan ilmu Al-Qur'an. Apalagi para ahli qiraah di Indonesia ini sudah banyak yang wafat, sehingga diharapkan juga akan muncul para ahlul Qur'an sebagai penerus generasi. "Kami mengajak masyarakat Sumsel untuk hadir, selain mendukung kafilah Indonesia, juga ikut menyaksikan dan belajar Al-Qur'an," paparnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sumsel ini menceritakan, awal mulanya ditunjuk Sumsel menjadi tuan rumah MTQ Internasional karena pelaksanaan MTQ Internasional yang ke-2 di Jakarta lalu, kesiapan Sumsel karena sukses menyelenggarakan Islamic Solidarity Games (ISG). "Alhamdulillah langsung disambut positif Pak Gubernur dan Wakil Ketua DPRD Sumsel, Iqbal Romzi," pungkasnya. (tim/asa/ce2)

Hadiah Untuk Pemenang dan Dewan Hakim MTQ Internasional 2014



-- Ketua Dewan Hakim Dalam Negeri: 2700 USD
-- Sekretaris Dewan Hakim Dalam Negeri: 1350 USD
-- Ketua Dewan Hakim Dalam Negeri: 5400 USD
-- Anggota Majelis Hakim Luar Negeri: 5400 USD
-- Anggota Majelis Hakim Dalam Negeri: 1350 USD
-- Panitera Dalam Negeri: 550 USD
-- Uang Harian Peserta: 800 USD

Uang Hadiah Pembinaan

a. Tilawah Qari/Qariah:
Terbaik 1: 18500 USD
Terbaik 2: 14000 USD
Terbaik 3: 9300 USD
Terbaik 4: 7000 USD
Terbaik 5: 5000 USD

b. Hafidz/Hafidzah:
Terbaik 1: 18500 USD
Terbaik 2: 14000 USD
Terbaik 3: 9300 USD

Negara yang Diundang

Yordania
Saudi Arabia
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon
Yaman
Mauritania
Comoro Island
Palestina
Oman
Qatar
Bahrain
Brunei Darussalam
Indonesia
Malaysia
Tunisia
Filipina
Timor Leste
Pakistan
Singapura
Australia
Thailand
India
Rusia
Bosnia
Bangladesh
Uzbekistan
Kazakhstan
Tiongkok
Afrika Selatan
Aljazair
Marocco
Mesir
Sudan
Libya
Suriname
Gambia
Sierra Leon
Guinnea Conakry
Tanzania
Ghana
Prancis
Belanda
Swiss
Belgia
Firlandia
Inggris
Jerman
Spain
Italia
Denmark
Amerika Serikat
Canada

Sumatera Ekspres, Kamis, 21 Agustus 2014

Alex Kecewa Sumsel Nomor Enam

Respon Kerja Sama dengan BP REDD+



Alex Kecewa Sumsel Nomor Enam
Gelar MoU: Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dan Kepala Badan Pengelolaan REDD+, Heru Prasetyo, saat menandatangi nota kesepahaman, kemarin

_________________________________________



PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mendukung upaya Badan Pengelolaan REDD+ (reducing emissions from deforestation and forest degradation) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dukungan ini dibuktikan dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sumsel dengan Badan Pengelolaan REDD+.

Acara berlangsung di Hotel Arista Palembang, kemarin (20/8). "Ada 11 provinsi yang kini menjadi perhatian kami, yakni Aceh, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua, dan Papua Barat. Semuanya merupakan daerah dengan kondisi hutan yang luas dan besar," ujar Heru Prasetyo, Kepala Badan Pengelola REDD+.

Sayangnya, Sumsel agak lamban menindaklanjuti surat kerja sama untuk MoU yang dikirim pihaknya Maret 2014. Karena itu, MoU baru terlaksana kemarin.

"Sumsel sedikit lama merespons kerja sama ini. Tepatnya pada urutan enam. Setelah ini, ada lima provinsi lagi yang segera MoU," ucapnya.

MoU ini memang pentng karena dengan itu, Badan Pengelola REDD+ bisa segera memperbaiki kondisi hutan yang sudah terancam habis karena manusia. "Pemulihan kondisi hutan ini dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca," jelasnya.

Pemerintah pusat berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca 26 persen dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi 7 persen. Dengan bantuan internasional, target penurunan emisi gas rumah kaca naik menjadi 41 persen. "Inilah mengapa Badan Pengelola REDD+ bersama pemerintah daerah mengimplementasikan target ini," imbuhnya.

Mereka akan melakukan sepuluh aksi imperatif Badan Pengelola REDD+ pada tahun ini. Diantaranya, pemantauan penundaan izin baru (moratorium) pembukaan lahan, penataan perizinan, fasilitasi penegakan hukum, dan dukungan pemetaan hutan adat, dan penguatan kapasitas masyarakat adat.

Ada juga dukungan penangan kebakaran hutan dan lahan gambut, pprogram desa hijau, program sekolah hijau, fasilitasi resolusi konflik, fasilitasi penyelesaian RTRW, serta program strategis mengawal dan mengembangkan taman nasional dan hutan lindung. "Kami akan mem-pressure pihak swasta untuk ikut andil menyelamatkan hutan dan menurunkan emisi gas rumah kaca," imbuh Heru.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengaku sangat mendukung program Badan Pengelola REDD+ dalam menurunkan emisi gas rumah kaca di Sumsel. "Seharusnya Sumsel itu nomor satu. Nanti akan saya tanyakan pada Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait," ujarnya dengan kecewa.

Alex juga mengaku sedikit kecewa karena hanya Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar, dan Wali Kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriaty MKes, yang hadir di acara tersebut. "Nantinya protokol akan mencatat. Meskipun yang lain sibuk, setidaknya sempatkan hadir pada pembahasan tentang emisi gas rumah kaca yang sangat pentng ini," cetusnya.

Alex meminta kepada Badan Pengelola REDD+ untuk menjadikan Sumsel sebagai pilot project kegiatan tersebut. Apalagi kondisi hutan di Sumsel semakin baik dan tidak banyak titik apinya. "Sumsel tidak lagi jadi penghasil asap. Kami bisa mempertanggungjawabkan itu," tandasnya. (wia/ce4)

Sumatera Ekspres, Kamis, 21 Agustus 2014

Wednesday, 20 August 2014

Sumsel Produksi Kapal Rp 161,1 M

Sumsel Produksi Kapal Rp 161,1 M
Serah Terima: Menhub EE Mangindaan memotong tali untuk membuka selubung nama KMP Sebuku dalam acara serah terima di dermaga Mariana, Banyuasin, kemarin

_________________________________________



-- Dibuat PT Mariana Bahagia di Banyuasin.

-- Peluncuran Tunggu Air Sungai Musi Pasang.

PALEMBANG --- PT Mariana Bahagia, perusahaan perkapalan yang berlokasi di Mariana, Banyuasin, berhasil memproduksi kapal besar dengan berat (tonase) 5.0000 GT. Kapal Ro-ro itu diberi nama kapal motor penumpang (KMP) Sebuku. Kapal itu salah satu kapal besar pertama yang dibuat di Indonesia. Suatu kebanggaan karena ini diproduksi dari Provinsi Sumsel.

"Kami serahkan pakal ini kepada Menteri Perhubungan (Menhub) karena ini adalah salah satu kapal yang dipesan untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi antarpulau," kata Direktur Utama PT Mariana Bahagia, Jhonson Wiliam Sucipto, dalam acara peluncuran KMP Sebuku untuk transportasi Merak-Bakauheni di Dermaga Mariana Bahagia, Banyuasin, kemarin.

Acara kemarin hanya penyerahan saja. Untuk peluncuran kapal itu, masih menunggu kondisi air Sungai Musi pasang. Direncanakan pada 23 Agustus nanti, sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal tersebut dibuat dengan dana APBN melalui daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), Kemenhub tiga tahun anggaran, yakni 2012, 2013, dan 2014.

Mnurut Jhonson, ppihaknya membangun kapal itu selama 26 bulan, terhitung 15 Oktober 2012 dengan total dana sebesar Rp 161,1 miliar. Kapal itu panjangnya 109,40 meter, lebar 19,60 meter, dan tinggi 5,60 meter.

Pihaknya telah melengkapi kapal tersebut dengan perlengkapan keselamatan jiwa berupa dua unit rescue boat, marine evacuation system 2 unit, inflatable life raft 24 unit, life jacket 1.080 set, dan lainnya.

"Dalam pembuatannya, kami menggunakan komponen impor dan lokal, termasuk mesinnya. Besi-besi untuk pembuatankapal ini dari Indonesia, sisanya dari Jepang dan negara lain," bebernya. Jhonson menambahkan, 90 persen komponen diperoleh dari impor. "Sebanyak 90 persen komponen kapal kami datangkan dari luar, sisanya dalam negeri," imbuhnya.

Dirjen Perhubungan Darat, Suroyo Alimuso mengatakan, nama Sebuku diambil dari salah satu pulau yang berada di Selat Sunda. Pulau Sebuku berjarak 2,5 km dari Teluk Lampung dan sudah menjadi salah satu tempat wisata bahari. "Kami mendapat tiga proyek kapal sejenis ini. Pengerjaannya di PT Dumas Tanjung Perak Shipyard (Surabaya), PT Mariana Bahagia (Banyuasin), dan PT Daya Radar Utama Lampung. Ini kapal kedua muatan 5.000 GT, setelah Surabaya meluncurkan yang pertama pada 12 Agustus lalu, dan rencananya akhir September akan diluncurkan di Lampung," jelas Suroyo.

Hingga saat ini, Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) sudah membuat 115 kapal dan baru tiga kapal ini yang bermuatan besar. Sebelum akhir tahun ini, akan direncanakan lima kapal besar lagi. "Kapal ini untuk membantu moda transportasi di Merak-- Bakauheni. Tapi, ada juga yang akan ditempatkan di wilayah Timur Indonesia, seperti NTT yang ombaknya lebih dari tiga meter," bebernya.

Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki, mendukung program Kemenhub yang mengalokasikan dana dan memberi kepercayaan pada PT Mariana Bahagia di Banyuasin, Sumsel, untuk membuat kapal bermuatan 5.000 GT. "PT Mariana Bahagia telah beberapa kali mendapat kepercayaan membuat kapal, bukan hanya untuk rute Martak--Bakauheni. Prestasi ini merupakan kebanggaan Sumsel yang mampu menghasilkan sarana transportasi berupa kapal besar dengan tonase 5.000 GT," tuturnya.

Menhub RI, EE Mangindaan mengatakan, pihaknya mengupayakan pengadaan kapal-kapal besar untuk transportasi antarpulau. "Karenanya, setiap kapal yang dibuat akan dilengkapi dengan peralatan keamanan agar tingkat kecelakaan dapat diminimalisir bahkan ditiadakan," jelasnya.

Dia memberikan tantangan kepada PT Mariana Bahagia untuk membuat kapal bermuatan 7.000 GT pada tahun depan. "Saya sudah bicara dengan Jhonson (Dirut PT Mariana Bahagia), dan dia menyanggupi. Galangan kapal yang luas ini memungkinkan untuk membuat kapal besar itu," ungkap EE Mangindaan. (wia/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 20 Agustus 2014

Musi VI, Hubungkan SU I dan IB II

Panjang 250 Meter, Sedot Rp 300 M



Musi VI, Hubungkan SU I dan IB IIDesain: Inilah desain Jembatan Musi VI yang dalam tahap pematangan untuk pembangunan. Jembatan ini akan mulai dibangun tahun depan

__________________________________________



PALEMBANG --- Proses pembebasan lahan untuk Jembatan Musi IV belum jelas. Pemerintah daerah beralih ke Jembatan Musi VI yang pembangunannya direncanakan mulai tahun depan

"Nantinya, Musi VI mulai bangun 2015 dan ditargetkan selesai akhir 2017," ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl, di Griya Agung, kemarin.

Rencana pembangunan jembatan sepanjang 250 meter itu kini masih dimatangkan bersama pihak terkait. Termasuk dengan Pemkot Palembang yang akan terlibat dalam urusan pembebasan lahan.

Kata Rizal, Pemkot Palembang sudah melaksanakan studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) beberapa waktu lalu. "Untuk lokasi, sudah selesai pengecekan," bebernya.

Sama seperti tujuan dari pembangunan Jembatan Musi IV, jembatan yang akan menjadi penguhbung dari Jl Kakrayu (Ilir Barat II) ke Jl Wahid Hasyim (Seberang Ulu I) itu untuk mengurai kemacetan lalu lintas di dalam kota.

Jembatan tersebut akan dibuat dari kontroksi beton, menyeberangi Sungai Jeruju ke Sungai Kangkang. "Kemungkinan akan seperti jembatan lain, dengan kontroksi beton," cetus Rizal. Dinas PU Bina Marga Sumsel sedang berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemkot Palembang serta pemerintah pusat untuk secepatnya melakukan pembebasan lahan.

"Yang jelas, kami akan membebaskan lahan seluas 30 meter di kanan dan kiri jalan utama," ungkapnya. Menurut Rizal, dana pembangunan Jembatan Musi VI ini Rp 300 miliar. Tahap awal, akan dikeluarkan sebesar Rp 40 miliar.

"Ini yang akan digunakan sebagai dana awal pembangunan di tahun ini. Targetnya, tahun nanti akan terkumpul sekitar Rp 90 miliar. Tapi, dana itu di luar anggaran untuk melakukan pembebasan lahan," beber Rizal.

Pembanguna Jembatan Musi VI akan menerapkan sistem mutliyears. Dengan begitu, penyelesaian pembangunan tidak akan terhambat untuk tender ulang dan lainnya seperti yang pernah mendera flyover Simpang Jakabaring.

Ia memastikan, meskipun dibangun di sekitar wilayah yang cukup banyak situs sejarah, tapi konstrusi Musi VI nantinya tidak akan mengganggu apalagi merusak semuanya. "Seperti di kawasan Tangga Raja, kami tidak mungkin merusak dan mengganggu daerah itu. Kami akan ikut menjaga keberadaan situs-situs sejarah yang ada," teganya.

Karena itu, ia berharap mesyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai tidak mendukung pembangunan jembatan ini. "Pastinya akan ada koordnasi dengan semua pihak. Ini penting dilakukan demi kelancaran rencana dan proses pembangunan," tandas Rizal. (win/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 19 Agustus 2014